Tampilkan postingan dengan label humor-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor-ku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2008

"Saya Makan Nasi"

di sebuah sekolah dasar, ada seorang murid yang bikin jengkel gurunya, gimana gak jengkel, lha wong diajari membaca gak lancar-lancar....berikut dialog antara murid dan guru:
Guru : nak, sekarang bapak ajari membaca dengan benar
Murid : iya pak...
Guru : ikuti bapak ya nak : "SAYA MAKAN NASI"
Murid : "Taya Makan Nati"
Guru : lho bukan gitu, Saya MAkan Nasi!!
Murid :"Taya Makan Nati"
Guru : aduuuh... bukan gitu nak,,,,....Saya MAkan NAsi!!!!!
MUrid: "Taya Makan Nati"
Guru : YA udah, gini aja, besok bapakmu suruh kesini ya!!
MUrid: Iya pak
keesokan harinya, sang bapak datang...
Guru : Pak, begini, anak bapak sulit sekali saya ajari membaca...setiap saya bilang
Saya makan nasi, dia ngikuti "Taya Makan Nati"
begitu seterusnya, apakah di rumah tidak pernah diajari membaca
dengan benar pak?

Ternyata perkataan Guru membuat Bapak marah, dan tersinggung, karena menganggap bahwa dia tidak memperhatikan anaknya....langsung saja Bapak menjawab dengan suara lantang dan keras: "Bapak Guru jangan menghina taya...taya ini tudah mengajali anak taya membaca dengan benal...kok dikila taya tidak mengajali membaca dengan benal....anak itu memang tutah diajali pak....taya aja tampe capek ngajali....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Jumat, 05 September 2008

katro/ndeso

Cerita ini merupakan cerita modifikasi dari cak ariel ....tentang seorang katro yang masih awaam banget dalam dunia perkotaan..begini ceritanya...
Ada seorang dari desa, yang masih terpencil, menuju ibukota jawa timur, surabaya...dengan mengendarai bis kota pengen muter-muter gitu deh....karena pertama kali di surabaya, bingung dengan lokasi yang ada...dalam bus kota, ketika sampe di jl.A.YAni, sang kondektur pun teriak "A YAni..A Yani....", spontan seorang penumpang turun, karena memang rumahnya di jalan A. Yani...dalam hati sang katro berkata "oo...penumpang tadi namanya A. YAni...."..kemudian ketika sampai di daerah Darmo permai, sang kondektur pun teriak lagi "Darmo...Darmo..", ada lagi satu penumpang yang turun....dalam hati sang katro berkata lagi " ooo...ini namanya pak darmo"....menurut dia, kalo naik bus kota itu kalo pengen turun dipanggil satu-satu...setelah hampir 1 jam, dia tertidur, dan bangun ketika penumpang sudah sepi, alias dia sendirian di bus kota itu.....karena bingung dia langsung teriak ke pak sopir "Abdul majid kiri paaak..."

Jumat, 15 Agustus 2008

wafat

kisah ini merupakan kisah klasik tentang perjalanan jama'ah haji yang berasal dari daerah pedalaman. hampir sama kasusnya dengan "dua kilo" yang sebelumnya. kisahnya tentang seorang yang gak bisa bahasa arab, dan kejadian ini terjadi di hotel mekkah yang memang di sana tentunya bahasa sehari-harinya dengan bahasa arab...sang pelaku (kayak krimianal aja ya) saat itu dalam keadaan bingung...karena tiba-tiba AC di kamarnya mati, dengan sigap dia memanggil temannya, dan temannya menyarankan untuk memanggil office boy, setelah Ofiice boy datang dan  bertanya "maa dzaa turid?=apa yang anda inginkan?", sang pelaku pun binngung, mau jawab apa, lha wong ngerti aja tidak...tenggelam dalam diamnya (kayak puisi aja..he.he.), sang Office boy pun bertanya lagi," Maa dza turid ??", langsung dijawab dengan isyarat telunjuk menunjuk ke arah AC yang mati, sambil berkata "hadza AC wafat tuan..."...tersenyum simpul sang Office boy mendengar perkataan sang pelaku....namun tidak segera bertindak, karena jengkel, sang pelaku pun mengulang dengan agak keras....."hadzaa AC Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uuun tuaaaann!!!"

Kamis, 31 Juli 2008

2 kilo bahasa arabnya apa?

alkisah ada seorang asli pedalaman dari desa terpencil....udah pedalaman, terpencil lagi...he..he..nah, dia dapat kesempatan haji di mekkah (emang kalo ga di mekkah kemana lagi..he..he..). setelah melaksanakan semua syarat dan rukun haji, beliau ingin jalan-jalan ke lingkungan pasar di mekkah, teringat saudaranya di desa yang nitip oleh-oleh kurma asli mekkah.hmm....sampailah dia di sebuah toko yang menjual berbagai macam jenis kurma dengan berbagai macam pula harganya. setelah pilih pilih, dia langsung bertanya pada penjualnya, orang arab lah tentunya...karena dia ga bisa bahasa arab, maka ia pun menanyakan harga kurma dengan isyarat telunjuknya, setelah tau itu, sang penjual berkata .."haadzaa khomsa riyal = ini lima real " sambil memberi isyarat dengan lima jari. dan untungnya sang pembeli paham dengan isyarat lima jari tersebut. tanpa pikir panjang langsung membeli dua kilo, dengan menggunakan isyarat dua jari kepada penjual....ternyata...salah pengertian antara penjual dan pembeli, penjual mengira pembeli menawar dua real, dan ia berkata "laa..laa..haram, haqiqoh hadza khomsa rial..=tidak..tidak, harganya lima real"...karena bingung, ternyata sang pembelipun paham dengan ketidak setujuan sang penjual, hmmm...karena dia termasuk orang yang kreatif, akhirnya, dia mikir dalam hati, "aduh..apa ya bahasa arabnya dua kilo???", sejurus kemudian dia mengucapkan kalimat yang dia pahami sebagai pengganti kata "dua kilo", dan spontan berkata "pak, hadzaa kurma ROK'ATAINI..!!!"

Sabtu, 12 Juli 2008

heran...

Alkisah, ada seorang petinggi negara yang sedang tugas untuk meninjau perkembangan suatu pesantren salaf di daerah jawa timur. dengan penuh semangat beliau pun disambut meriah oleh kyai dan para santrinya. pada kesempatan itu, sang pejabat dengan bangga memberi sambutan "santriwan santriwati yang saya banggakan, saya senang dengan prestasi yang kalian raih saat ini, pesantren kalian telah menjadi pesantren teladan di provinsi jawa timur. jujur, saya jadi teringat dengan masa muda saya dulu, ketika saya mencari ilmu di pesantren-pesantren, saya sangat bersemangat sekali. dan barokah dari ilmu saya itulah, sya bisa menjadi petinggi sekarang".

Setelah beliau berceramah, sang kyai pun mempersilahkan pak pejabat untuk menguji kemampuan santri-santrinya, yaitu dengan uji kemampuan qiraatul kutub atau uji membaca kitab kuning. pak pejabat pun semakin kaget dan kikuk dengan permintaan sang kyai. namun demi menjaga gengsi, beliau bersedia, dan akhirnya dengan sopan kyai langsung menyodorkan kitab fathul Qarib yang dalam cetakan asli bukan terjemah.Sang pejabat dipersilahkan membuka salah satu halaman dari kitab itu, kemudian menyuruh seorang santri membacakannya. setelah ditunjuk, maka sang santripun membaca dengan lancar dan tanpa masalah. sang pejabat pun berdecak kagum, langsung saja kyai menanyakan hasil uji tersebut kepada pejabat, "bagaimana pak, apakah jawaban dari santri saya benar?", spontan beliau menangis, kemudian kyai bertanya lagi, "maaf pak, jika memang jawaban santri saya salah, mohon diingatkan!", sekali lagi pak pejabat menangis, "pak, mengingat pengalaman bapak yang bapak ceritakan tadi, keliling pesantren untuk mencari ilmu, maka pantas jika bapak mengetahui kesalahan dari santri saya, mohon dikoreksi pak!". dengan sesenggukan pak Pejabat manjawab. "maaf pak kyai, bukannya saya sedih karena jawaban santri kyai salah, tapi saya cuma heran, kok bisa ya, tulisan yang gak ada harokatnya bisa dibaca????" dan sang kyaipun tersenyum lebar................he..he.he.he.